ASKEP SINDROM KOMPARTEMEN PDF

Sehingga mengakibatkan berkurangnya perfusi jaringan dan tekanan oksigen jaringan. Anggota gerak atas a. Lengan atas :Terdapat kompartemen anterior dan posterior b. Lengan bawah :Terdapat tiga kompartemen,yaitu: flexor superficial, fleksor profundus, dan ekstensor 2. Anggota gerak bawah a. Tungkai atas:Terdapat tiga kompartemen, yaitu: anterior, medial, dan posterior b.

Author:Mular Fecage
Country:Botswana
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):18 September 2004
Pages:483
PDF File Size:2.61 Mb
ePub File Size:10.7 Mb
ISBN:380-7-37649-251-9
Downloads:74772
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Yozshujin



This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form.

Report DMCA. Home current Explore. Words: 10, Pages: Preview Full text. Latar Belakang Masalah Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang semakin meningkat selaras dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern manusia tidak akan lepas dari fungsi normal system musculoskeletal.

Salah satunya tulang yang merupakan alat gerak utama pada manusia, namun dari kelainan ataupun ketidaksiplinan dari manusia itu sendiri patah tulang fraktur adalah hilangnya kontinuitas jaringan tulang, tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis baik yang bersifat total maupun partial.

Berbagai penelitian di Eropa, Amerika Serikat, dan Australia menunjukkan bahwa resiko terjadinya patah tulang tidak hanya ditentukan oleh densitas massa tulang melainkan juga oleh faktor-faktor lain yang berkaitan dengan kerapuhan fisik frailty dan meningkatkannya resiko untuk jatuh. Sudoyo: Kematian dan kesakitan yang terjadi akibat patah tulang umumnya disebabkan oleh komplikasi akibat patah tulang dan imobilisasi yang ditimbulkannya.

Beberapa diantara komplikasi tersebut adalah timbulnya dikubitus akibat tirah baring berkepanjangan, perdarahan, trombosis vena dalam dan emboli paru; infeksi pneumonia atau infeksi saluran kemih akibat tirah baring lama; gangguan nutrisi dan sebagainya. Sudoyo: Walaupun dalam kasus yang jarang terjadi kematian, namun bila tidak ditangani secara tepat atau cepat dapat menimbulkan komplikasi yang akan memperburuk keadaan penderita.

Sehingga perawat perlu memperhatikan langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam menangani pasien dengan kasus kegawat daruratan fraktur. Tujuan Makalah ini disusun dengan tujuan : Umum : Mahasiswa mampu menerapkan konsep asuhan keperawatan kegawat daruratan pada pasien dengan fraktur Khusus: 1. Mahasiswa mampu menjelaskan konsep fraktur 2.

Anatomi Fisiologi Tulang Tulang membentuk rangka penunjang dan pelindung bagi tubuh dan tempat untuk melekatnya otot-otot yang menggerakkan kerangka tubuh. Ruang di tengah tulang-tulang tertentu berisi jaringan hematopoietik, yang membentuk sel darah. Tulang juga merupakan tempat primer untuk meyimpan dan mengatur kalsium dan pospat. Komponen-komponen utama dari jaringan tulang adalah mineral-mineral dan jaringan organik kolagen, proteoglikan. Kalsium dan phospat membenuk suatu kristal garam hidroksiapatit , yang tertimbun pada matriks kolagen dan proteoglikan.

Matriks organik tulang disebut juga sebagai suatu osteoid. Materi organik lain yang juga menyusun tulang berupa proteoglikan seperti asam hialuronat. Hampir semua tulang berongga dibagian tengahnya. Struktur demikian memaksimalkan kekuatan struktural tulang dengan bahan yang relatif kecil atau ringan. Kekuatan tambahan diperoleh dari susunan kolagen danmineral dalam jaringan tulang. Jaringan tulang dapat berbentuk anyaman atau lameral. Tulang yang berbentuk anyaman terlihat saat pertumbuhan cepat, seperti sewaktu perkembangan janin atau sesudah terjadinya patah tulang, selanjutnya keadaan ini akan diganti oleh tulang yang lebih dewasa yang berbentuk lameral.

Pada orang dewasa tulang anyaman ditemukan pada insersi ligamentum atau tendon. Tumor sarkoma osteogenik terdiri dari tulang anyaman. Pola susunan semacam ini melengkapi tulang dengan kekuatan yang besar. Tulang adalah suatu jaringan dinamis yang tersusun dari 3 jenis sel: osteoblas, osteosid dan osteoklas. Osteoblas membangun tulang dengan membentuk kolagen tipe 1 dan proteoglikan sebagai matriks tulang atau jaringan osteoid melalui suatu proses yang disebut osifikasi.

Ketika sedang aktif menghasilkan jaringan osteoid, osteoblas mensekresikan sejumlah besar fosfatase alkali, yang memegang peranan penting dalam mengendapkan kalsium dan fosfat ke dalam matriks tulang. Osteosit adalah sel-sel tulang dewasa yang bertindak sebagai suatu lintasan untuk pertukaran kimiawi melalui tulang yang padat. Osteoklas adalah sel-sel besar berinti banyak yang memungkinkan mineral dan matriks tulang dapat diabsorbsi. Vitamin D mempengaruhi deposisi dan absorbsi tulang.

Vitamin D dalam jumlah besar dapat menyebabkan absorbsi tulang seperti yang terlihat pada kadar hormon paratiroid yang tinggi. Bila tidak ada vitamin D hormon paratiroid tidak akan menyebabkan absorbsi tulang. Vitamin D dalam jumlah yang sedikit membantu kalsifikasi tulang, antara lain dengan meningkatlan absorbsi kalsium dan fosfat oleh usus halus.

Price dan Wilson: B. Fraktur adalah pemisahan atau patahnya tulang Doenges, Fraktur adalah terputusnya keutuhan tulang, umumnya akibat trauma Tambayong: Fraktur adalah patah tulang yang biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik Price, Sehingga dapat disimpulkan bahwa fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang yang disebabkan trauma atau tenaga fisik dan menimbulkan nyeri serta gangguan fungsi.

Etiologi Etiologi dari fraktur menurut Price dan Wilson ada 3 yaitu: 1. Cidera atau benturan 2. Fraktur patologik Fraktur patologik terjadi pada daerah-daerah tulang yang telah menjadi lemah oleh karena tumor, kanker dan osteoporosis.

Fraktur beban Fraktur beban atau fraktur kelelahan teradi pada orang-orang yang baru saja menambah tingkat aktifitas mereka, seperti baru diterima dalam angkatan bersenjata atau orangorang yang baru mulai latihan lari. Manifestasi Klinis Adapun tanda dan gejala dari fraktur, sebagai berikut : 1.

Nyeri Nyeri terus menerus dan bertambah beratnya sampai fragmen tulang diimobilisasi. Spasme otot yang menyertai fraktur merupakan bidai alamiah yang dirancang untuk meminimalkan gerakan antar fragmen tulang. Hilangnya fungsi dan deformitas Setelah terjadi fraktur, bagian-bagian tak dapat digunakan dan cenderung bergerak secara tidak alamiah. Cruris tak dapat berfungsi dengan baik karena fungsi normal otot berrgantung pada integritas tulang tempat melengketnya otot.

Pemendekan ekstremitas Terjadinya pemendekan tulang yang sebenarnya karena konstraksi otot yang melengket di atas dan bawah tempat fraktur. Krepitus Saat bagian tibia dan fibula diperiksa, teraba adanya derik tulang dinamakan krepitus yang teraba akibat gesekan antara fragmen satu dengan lainya. Pembengkakan lokal dan Perubahan warna Terjadi sebagai akibat trauma dan perdarahan yang mengikuti fraktur.

Tanda ini baru terjadi setelah beberapa jam atau hari setelah cidera. Klasifikasi Fraktur 1. Menurut ada tidaknya hubungan antara patahan tulang dengan dunia luar di bagi menjadi 2 antara lain: a Fraktur tertutup closed Dikatakan tertutup bila tidak terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar, disebut dengan fraktur bersih karena kulit masih utuh tanpa komplikasi.

Pada fraktur tertutup ada klasifikasi tersendiri yang berdasarkan keadaan jaringan lunak sekitar trauma, yaitu: i. Tingkat 0 : fraktur biasa dengan sedikit atau tanpa cedera jaringan lunak sekitarnya. Tingkat 1 : fraktur dengan abrasi dangkal atau memar kulit dan jaringan subkutan.

Tingkat 2 : fraktur yang lebih berat dengan kontusio jaringan lunak bagian dalam dan pembengkakan. Tingkat 3 : Cedera berat dengan kerusakan jaringan lunak yang nyata dan ancaman sindroma kompartement. Derajat patah tulang terbuka : i.

Derajat I Laserasi 2 cm, kontusio otot dan sekitarnya, dislokasi fragmen jelas. Derajat III Luka lebar, rusak hebat, atau hilang jaringan sekitar. Menurut derajat kerusakan tulang dibagi menjadi 2 yaitu: a Patah tulang lengkap Complete fraktur Dikatakan lengkap bila patahan tulang terpisah satu dengan yang lainya, atau garis fraktur melibatkan seluruh potongan menyilang dari tulang dan fragmen tulang biasanya berubak tempat.

Salah satu sisi patah yang lainya biasanya hanya bengkok yang sering disebut green stick. Menurut Price dan Wilson kekuatan dan sudut dari tenaga fisik,keadaan tulang, dan jaringan lunak di sekitar tulang akan menentukan apakah fraktur yang terjadi itu lengkap atau tidak lengkap.

Fraktur lengkap terjadi apabila seluruh tulang patah, sedangkan pada fraktur tidak lengkap tidak melibatkan seluruh ketebalan tulang. Menurut bentuk garis patah dan hubungannya dengan mekanisme trauma ada 5 yaitu: a Fraktur Transversal : fraktur yang arahnya malintang pada tulang dan merupakan akibat trauma angulasi atau langsung.

Menurut jumlah garis patahan ada 3 antara lain: a Fraktur Komunitif : fraktur dimana garis patah lebih dari satu dan saling berhubungan.

Mansjoer: F. Patofisiologi Fraktur dibagi menjadi fraktur terbuka dan fraktur tertutup. Tertutup bila tidak terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar. Sedangkan fraktur terbuka bila terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar oleh karena perlukaan di kulit.

Sewaktu tulang patah perdarahan biasanya terjadi di sekitar tempat patah ke dalam jaringan lunak sekitar tulang tersebut, jaringan lunak juga biasanya mengalami kerusakan. Reaksi perdarahan biasanya timbul hebat setelah fraktur. Sel- sel darah putih dan sel anast berakumulasi menyebabkan peningkatan aliran darah ketempat tersebut aktivitas osteoblast terangsang dan terbentuk tulang baru umatur yang disebut callus.

Bekuan fibrin direabsorbsidan sel- sel tulang baru mengalami remodeling untuk membentuk tulang sejati. Insufisiensi pembuluh darah atau penekanan serabut syaraf yang berkaitan dengan pembengkakan yang tidak di tangani dapat menurunkan asupan darah ke ekstrimitas dan mengakibatkan kerusakan syaraf perifer. Bila tidak terkontrol pembengkakan akan mengakibatkan peningkatan tekanan jaringan, oklusi darah total dan berakibat anoreksia mengakibatkan rusaknya serabut syaraf maupun jaringan otot.

Komplikasi ini di namakan sindrom compartment Brunner dan Suddarth, Trauma pada tulang dapat menyebabkan keterbatasan gerak dan ketidak seimbangan, fraktur terjadi dapat berupa fraktur terbuka dan fraktur tertutup. Fraktur tertutup tidak disertai kerusakan jaringan lunak seperti tendon, otot, ligament dan pembuluh darah Smeltzer dan Bare, Pasien yang harus imobilisasi setelah patah tulang akan menderita komplikasi antara lain : nyeri, iritasi kulit karena penekanan, hilangnya kekuatan otot.

Kurang perawatan diri dapat terjadi bila sebagian tubuh di imobilisasi, mengakibatkan berkurangnyan kemampuan prawatan diri. Reduksi terbuka dan fiksasi interna ORIF fragmen- fragmen tulang di pertahankan dengan pen, sekrup, plat, paku.

Namun pembedahan meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Pembedahan itu sendiri merupakan trauma pada jaringan lunak dan struktur yang seluruhnya tidak mengalami cedera mungkin akan terpotong atau mengalami kerusakan selama tindakan operasi Price dan Wilson: Komplikasi Komplikasi fraktur menurut Smeltzer dan Bare antara lain: 1.

Komplikasi awal fraktur antara lain: syok, sindrom emboli lemak, sindrom kompartement, kerusakan arteri, infeksi, avaskuler nekrosis. Dengan pembengkakan interstisial yang intens, tekanan pada pembuluh darah yang menyuplai daerah tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah tersebut kolaps.

Hal ini menimbulkan hipoksia jaringan dan dapat menyebabkan kematian syaraf yang mempersyarafi daerah tersebut. Biasanya timbul nyeri hebat. Individu mungkin tidak dapat menggerakkan jari tangan atau kakinya. Sindrom kompartemen biasanya terjadi pada ekstremitas yang memiliki restriksi volume yang ketat, seperti lengan.

Pemasangan gips pada ekstremitas yang fraktur yang terlalu dini atau terlalu ketat dapat menyebabkan peningkatan di kompartemen ekstremitas, dan hilangnya fungsi secara permanen atau hilangnya ekstremitas dapat terjadi. Corwin: d Kerusakan Arteri Pecahnya arteri karena trauma biasanya ditandai dengan tidak ada nadi, CRT menurun, syanosis bagian distal, hematoma yang lebar, dan dingin pada ekstrimitas yang disbabkan oleh tindakan emergensi splinting, perubahan posisi pada yang sakit, tindakan reduksi, dan pembedahan.

FUNDAMENTOS DE AJEDREZ CAPABLANCA PDF

ASKEP PASIEN FRAKTUR

This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA. Home current Explore. Words: 10, Pages: Preview Full text.

BORNKAMM GUNTHER - PABLO DE TARSO PDF

Askep Fraktur Humerus Jadi.docx

It a comfortable browser-based version as well but it relatively weak offering limited free storage space and still has to add some key features of functions. It a practical version of the browser. But it not that strange but it not so good but it not that good. Clinical Dengan sindrom kompartemen. Pada titika ii tima ada lagi covers darah yang akan masuk ke hairpipe sehingga menyababkan kebocoran ke dalam kompartemen yang diikuti oleh meningkatnya tekanan dalam kompartemen. Get my report card my best choice Docufree Details read mention Omnipage Standard review read review ABBYY FineReader Review Read review gold-different software articles Why and how store will offer taps leaders 5 secrets to opening e-commerce revenue Oh no you not t Peningkatan tekanan within kompartemenne akan mengakibatkan berkurangnya perfusi Jaringan Dan tekanan oxygen receives Jaringan sehingga Terjadi gangguan circulasi Dan Fungsi Jaringan Dalam ruangan tersebut.

ATLAS GRAFICO DE ACUPUNTURA SEIRIN PDF

Askep Gawat Darurat Sistem Muskuloskeletal

Your zip code will be used to confirm that your items qualify. The Free Two-Day Shipping icon will appear next to the items that typically arrive in two days. If you need a guaranteed delivery date, you must select an expedited shipping method either next-day air or two-day air during checkout. Expedited shipping is the only way to guarantee a specified delivery date. Saturate, compress and distort with Decapitator, Radiator, and Devil-Loc. Get a virtual history of echo and delay hardware with EchoBoy and PrimalTap.

TRATAK MEDITATION IN PDF

Asuhan Keperawatan Kompartemen Sindrom

Fractures Definition: Interruption in normal bone continuity, which is accompanied by soft tissue injury Classification: - Simple or closed - Open or compound. Oblique Line of Fx. Asuhan keperawatan 1. Move: ekstensi, fleksi, rotasi, abduksi, adduksi, kerusakan neurovaskuler. Special Assessment Considerations For fractures of the shoulder and upper arm, assess client in sitting or standing position. Support the affected arm to promote comfort. For distal areas of the arm, assess client in a supine position.

Related Articles