EKOEFISIENSI PERTANIAN PDF

This study tries to identify and analyze the perception of local society towards the effect of tourism industry of Taman Safari Indonesia TSI Cisarua-Bogor. The existence of such toursm activity has effected the local society and environment. This research aims to predict and describe the sustainability of Indonesian furniture development by considering 3 as- pects: economical revenue, social, and envieronment, as the main aspects in a sustainable supply chain. This research was started by identifying the basic model of supply chain of furniture industry.

Author:Kill Arazshura
Country:Chile
Language:English (Spanish)
Genre:Education
Published (Last):18 September 2006
Pages:166
PDF File Size:14.83 Mb
ePub File Size:18.28 Mb
ISBN:828-2-47924-647-6
Downloads:79765
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Makinos



Oleh :. Anggun Purnomoaji. Meilinda Aditya Pramesti. Aulia Wiranti. Falda Fridianti Pratiwi. Achmad Malkan Mudzakir. BAB 1. Latar Belakang. Eko-efisiensi merupakan strategi yang menggabungkan konsep efisiensi ekonomi berdasarkan prinsip efisiensi penggunaan sumber daya alam Saragih dkk, Eko-efisiensi menurut kamus Lingkungan Hidup dan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia didefinisikan sebagai suatu konsep efisiensi yang memasukkan aspek sumber daya alam dan energi atau suatu proses produksi yang meminumkan penggunaan bahan baku, air, energi, serta dampak lingkungan per-unit produk.

Eko-efiensi dapat diartikan sebagai suatu strategi peningkatan menghasilkan suatu produk dengan kinerja yang lebih baik, dengan menggunakan sedikit energi dan sumber daya alam. Eko-efisiensi dalam penerapan bisnis, dapat dikatakan bahwa strategi bisnis yang dirasa mampu mempunyai nilai lebih karena sedikit menggunakan sumber daya alam serta mengurangi jumlah limbah dan pencemaran lingkungan. Menurut Widodo , eko-efisiensi dalam tujuan dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan akibat adanya proses produksi maupun konsumsi.

Dapat dikatakan bahwa untuk memaksimalkan efisiensi sumber daya mendapatkan keuntungan ekonomi yang sebesar-besarnya melalui penggunaan sumber daya yang sedikit dan meminimalkan jumlah polusi dan limbah dari kegiatan ekonomi.

Oleh sebab itu untuk menambah nilai ekonomi tersebut hasil pertanian seharusnya mengurangi baik input maupun output nya agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Konsep eko-efisiensi dalam buku petunjuk sistem pertanian tropika ialah berdasarkan berkelanjutan, dimana harus memperhatikan financial sustainable keberlanjutan ekonomi , environmental sustainable keberlanjutan ekologi atau lingkungan , dan social sustainable keberlanjutan sosial.

Keberlanjutan ekonomi pertanian tidak dapat berkelanjutan kecuali bernilai ekonomi jangka waktu panjang. Pertanian konvensional lebih besar menimbulkan resiko ekonomi dalam jangka waktu panjang dari pada alternative berkelanjutan. Keberlanjutan ekologi pertanian dapat berkebelanjutan kecuali dapat mempertahankan kondisi ekologi pada lahan pertanian dalam jangka waktu yang panjang aspek ekologi dalam sistem pertanian mengacu pada hubungan antara manusia dengan mahkluk lainnya, udara, tanah dan air yang mendukungnya.

Sistem pertanian konvensional umumnya kurang mempertimbangkan aspek ekologi berbeda dengan sistem pertanian berkelanjutan lebih mengutamakan aspek ekologi untuk menjaga kestabilan lingkungan pada lahan pertanian. Keberlanjutan sosial praktek bertani secara berkelanjutan harus bisa diterima oleh masyarakat dan menjadi bagian dari budidaya kehidupan. Solusi dari keberlanjutan sosial ini dapat menjaga kelestarian sumber daya alam agar kelestraian atau potensi sumber daya tetap ada, maka diperlukan beberapa cara — cara anatara lain yakni, inventarisasi dan evaluasi sumber daya alam perlu ditingkatkan untuk lebih mengetahui pemanfaatan sumber daya alam.

Dalam eksploitasi dan eksplorasi sumber daya alam perlu digunakan teknologi yang sesuai dan tepat, sehingga potensi sumber daya alam dapat dipertahankan. Untuk mengetahui dan mengukur eko-efisiensi dalam sistem pertanian tropika yang dikerjakan petani.

BAB 2. Eko-efisiensi dalam dunia pertanian adalah suatu konteks mengenai penggunaan yang efisien dalam sistem pangan dunia dengan memperhatikan faktor ekonomi dan ekologi yang mengendalikan tingkat efisiensi. Faktor ekonomi yang menjadi fokus utama dalam eko-efisiensi pertanian yaitu produktivitas dan profitabilitas.

Faktor ekologi yang dimaksud dalam eko-efisiensi pertanian yaitu suatu pertanian yang menerapkan atau memperhatikan keberlanjutan lingkungan Hershey dan Neate, Eko-efisiensi dapat diartikan sebagai suatu strategi yang dilakukan agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik, namun dengan tingkat penggunaan energi dan sumber daya alam yang rendah dan bertujuan untuk mengurangi sisa produksi limbah. Pelaksanaan eko-efisiensi diharapkan mampu mengurangi tingkat pencemaran lingkungan dan bahan baku dapat dimanfaatkan secara total tanpa menghasilkan sisa produksi.

Pendapatan akan mengalami peningkatan dengan adanya eko-efisiensi Sudaryantiningsih dkk. Ekologi memiliki keterkaitan dengan eko-efisiensi. Peningkatan faktor produktivitas bahan baku, sumber daya alam, dan penghematan energi dalam suatu sistem merupakan tujuan yang berkaitan dengan eko-efisiensi. Hasil produksi yang dihasilkan dari suatu bisnis dengan konsep eko-efisiensi merupakan produk yang ramah lingkungan.

Pelaksanaan eko-efisiensi mampu menjaga keseimbangan ekologi sehingga ekologi yang ada dapat dinilai berkelanjutan Szyja, Pertanian berkelanjutan dapat direalisasikan dengan penerapan eko-efisiensi. Nilai eko-efisiensi dapat dihitung dengan melihat hasil produksi suatu komoditas setiap faktor dampak lingkungan. Faktor dampak lingkungan salah satunya yaitu dampak pemanasan global.

Keberlanjutan ekologi lingkungan menjadi unsur penting yang harus diperhatikan dalam konsep eko-efisiensi. Pertanian dapat dikatakan berkelanjutan jika lingkungan sekitar lahan pertanian dapat terjaga keseimbangan ekosistemnya Masuda, Eko-efisiensi merupakan kriteria utama dalam konsep penghijauan.

Usahatani dan organisasi kini telah menggunakan konsep berkelanjutan dengan konsep penghijauan demi meningkatkan pembangunan berkelanjutan. Aspek sosial merupakan bagian dari eko-efisiensi. Pengambilan keputusan dalam penggunaan energi adalah salah satu faktor sosial yang terdapat dalam eko-efisiensi.

Keputusan yang diambil harus mampu diterima oleh lingkungan sekitar dan menciptakan keharmonisan Rashidi dan Saen, Buncis merupakan salah satu sayuran dalam komoditas hortikultura.

Usahatani buncis mencakup kegiatan penyediaan sarana produksi, proses produksi, dan pemasaran. Kegiatan-kegiatan tersebut menghasilkan suatu keuntungan hingga dapat dikatakan sebagai kegiatan ekonomi. Pendapatan yang dihasilkan oleh para petani buncis dapat dipengaruhi oleh sistem pemanenan. Pengaruh yang diberikan oleh sistem pemanenan berkaitan dengan tenaga kerja yang digunakan dalam proses pemanenan. Tenaga kerja memberikan pengaruh terhadap biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani Aprianti, Sistem tanam dengan jumlah tanaman yang ditanam lebih dari satu tanaman pada lahan yang sama disebut juga dengan sistem tumpang sari.

Sistem tanam ini dianggap efisien dalam meningkatkan pendapatan petani dan hasil produksi yang didapatkan. Pendapatan petani dapat meningkat cukup signifikan dengan digunakannya sistem tanam tumpang sari Sudalmi dan Hardiatmi, BAB 3. Waktu dan Tempat. Alat dan Bahan. Budidaya komoditas pertanian tropika buncis.

Pelaksanaan Praktikum. Menentukan lokasi lapang yang akan dikunjungi. Menyiapkan kuesioner. Melakukan wawancara. Mengisi kuesioner dan mendokumentasikan setiap kegiatan praktikum.

Menyusun laporan praktikum berdasarkan data hasil wawancara yang telah diperoleh. Membuat video kegiatan praktikum. Mempresentasikan hasil praktikum dalam bentuk video dan powerpoint.

Variabel Pengamatan. Variable yang diamati dalam kegiatan praktikum meliputi :. Biaya tetap. Penetapan biaya tetap pada proses budidaya maupun proses on farm pada penanaman tanaman buncis. Biaya variable. Biaya variable dilakukan dengan mewawancarai petani tanaman buncis bapak. Abdul Hamnid dalam budidaya tanaman buncis. Analisis Data. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan praktikum kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistika dekriptif.

BAB 4. Nama Petani. Abdul Hamid. Minggu, 8 April Jawa Timur. Harga Satuan Rp. Umur Ekonomis. Total Rp. Penyusutan Rp. Lain-lain Ajir Bambu. Iuran Air. Total biaya tetap. Tabel 1. Rincian Biaya Tetap. Rincian biaya yang diperlukan petani buncis tidak terlalu banyak karena peralatan yang digunakan cukup sederhana dan mudah untuk didapat. Petani tidak perlu biaya iuran air, pengairan yang digunakan dari air hujan dan irigasi dari saluran-saluran yang bersumber dari sungai di Desa Karangpring.

Total biaya tetap yang dihabiskan oleh petani hanya sebesar Rp Biaya Tenaga Kerja. Nama Kegiatan. Jumlah TK Org. Jml Hari Kerja. Pengolahan tanah. Pemeliharaan Tanaman. Pengendalian OPT.

ABE 70219 PDF

Geografisku

Oleh :. Anggun Purnomoaji. Meilinda Aditya Pramesti. Aulia Wiranti.

ALCATEL A4400 PDF

Gadjah Mada University (UGM)

Directory of Open Access Journals Sweden. Penyadapan getah dengan metode bor pada kelas umur yang berbeda belum pernah dilakukan. Waktu penelitian bulan September sampai dengan Nopember Jumlah pohon yang disadap di setiap kelas umur sebanyak - pohon dengan dua lubang per pohon. Penyadapan getah menggunakan bor mesin, kantong plastik tahan minyak diikatkan pada ujung pipa untuk menampung getah. Pemungutan getah dilakukan sehari setelah penyadapan. Produksi getah di antara kelas umur, menunjukkan perbedaan yang nyata.

Related Articles